Ririn Ngeblog

Aku (tidak) Baik-Baik Saja

Posted by: Ririn . Pirin. Karin on: 30 May 2012

kita tidak harus berpura-pura pedih

(Leila S. Chudori daam karya sastra 9 Dari Nadira)

” Rin, apa kabar?

Pertanyaan itu. Pertanyaan yang sama, yang selalu kamu tanyakan lewat layar putih-berbentuk persegi panjang- yang ada dalam genggaman saya.

” Baik.”

Jawaban itu. Jawaban itu yang juga selalu saya kirimkan padamu lewat layar putih-berbentuk persegi panjang- yang ada dalam genggaman saya.

Kalau sudah seperti itu, biasanya pikiran saya akan melayang pada sebuah masa. Masa sebelum-sebelumnya. Masa dimana saya menjalani semuanya tak lagi sama, tak lagi berwarna seperti biasanya.

Kadang saya berpikir hidup ini lucu. Orang-orang ingin selalu terlihat baik, biasa dan tak ada apa-apa. Padahal dalam hati, pikiran dan rasa sebenarnya tak begitu. Dan saya, tak ada bedanya dengan orang-orang itu.

Kadang saya berpikir hidup ini tak adil. Orang-orang selalu punya masalah kelamnya sendiri, yang bahkan orang lain tak bisa menyentuh kepedihan masalah itu. Sementara yang lain tetap berusaha terlihat biasa dan tak ada apa-apa. Dan saya, masih tak ada bedanya dngan orang-orang itu (?)

Pikiran saya kembali melayang pada hidup yang saya jalani akhir-akhir ini. Banyak bersinggungan dengan anak-anak kampung yang kurang beruntung dalam pendidikan, anak-anak jalanan yang kurang beruntung dalam mendapatkan kasih sayang, anak-anak kota yang kurang beruntung mendapatkan perhatian, ibu-ibu tua berpakaian lusuh yang kurang beruntung merawat anak dan diri, serta bapak-bapak buta nan tua yang kurang beruntung menjemput rezeki.

Lantas, apa bedanya hidup saya dengan mereka, yang kurang beruntung alam cinta (?)

Kemudian terpapar dalam ingatan potret teman-teman saya yang sudah menikah karena hamil duluan, yang ditinggal nikah sama pacarnya, yang hubungan percintaannya tak disetujui orangtua, yang hubungan cintanya kandas dan tidak pasti karena jarak, yang cintanya putus karena pengkhianatan, yang cintanya selesai karena rasa bosan, yang cintanya harus menunggu karena dipendamnya perasaan, yang hubungan cintanya tak punya harapan karena beda agama atau bahkan karena jenis kelaminnya sama.

Dan terlintas lagi lamat-lamat dalam memori saya bahwa semuanya, anak-anak itu, bapak-bapak tua, ibu-ibu lusuh dan teman-teman itu masih bisa menjalankan hidup dengan berusaha terlihat biasa, masih bisa tertawa, dan sepertinya bahagia.

Masihkah saya kurang beruntung dalam cinta dibanding mereka (?)

Lamunan saya serta merta menghilang dan berganti saat ini. Mendadak saya merasa yakin dengan jawaban yang saya kirimkan lewat layar putih-berbentuk persegi panjang itu.

Saya memang tak baik-baik saja, tapi setidaknya saya mencoba untuk baik-baik saja. Dan menurut saya, semua orang di dunia ini memang sedang ingin dan berusaha untuk baik-baik saja.

Karena hidup, hidup itu sendiri sudah terlalu berat untuk menampung hati yang sedih dan kelam dengan masalah yang ada.

Karena hidup, hidup itu sendiri butuh diindahkan dan memang begini adanya.

P.S : Untuk semua orang yang sedang berjuang untuk ‘baik-baik’ saja, kalian tidak sendirian.

Need To Talk

Posted by: Ririn . Pirin. Karin on: 7 May 2012

Hey, I need to talk.

Pasti kamu ngerti kemana arah pembicaraan kita. Sebenarnya saya gak akan ngobrol sama kamu, sebelum dia ngomong duluan sama kamu, karena seperti katanya, dia itu jembatan untuk kita berdua. Tapi ya kamu tahu sendiri, saya orangnya paling gak bisa nahan-nahan sesuatu kalau emang ada yang perlu dibicarakan. Dan menurut saya, jembatan untuk masalah kita berdua ya harus kita berdua sendiri.

Sebenarnya gak usah kita pungkiri kalau hubungan komunikasi kita agak memburuk, bukan agak, tapi mungkin memang sudah memburuk. Dan dari bentuk bentuk komunikasi kita sebelumnya, saya rasa ini adalah yang paling parah. Kita saling menuntut, saling menuding, saling menyalahkan, saling meminta tanggung jawab, atau mungkin saling membenci.

Saya yang ngerasa benar-benar sibuk dan meminta komitmen kamu, tapi komitmen itu tidak saya dapatkan.  Kamu yang juga semakin sibuk, dan minta pengertian saya, tapi itu juga tidak kamu dapatkan dari saya. Akhirnya kita benar-benar tidak saling sepaham. Padahal hubungan kita adalah hubungan yang krusial.

Jujur, ketika kamu menanyakan dimana komitmen dan pengertian saya, menurut saya hal itu masih ada. Masih sama , walaupun tidak utuh. Jujur, saya senang berada di tengah-tengah cerita kehidupan kamu. Bagi saya , cerita kamu sudah membawa angin segar yang tidak bisa saya namakan apa dalam kehidupan saya. Angin segar itu berhembus kak, hidup, menyejukkan orang yang ada didalamnya, dan membuat nyaman. Walaupun, antara kita dan yang lainnya benar-benar beda dan unik, tapi saya senang berada didalamnya.  Saya senang berada dalam proses itu.

Ngomong-ngomong masalah yang pernah terjadi antara kita berdua , menurut saya, dari semuanya, entah kenapa saya sering sekali ada masalah dengan kamu. Entah masaah hati, ataupun masalah profesionalisme. Tapi saya rasa itu sudah selesai kan ? Waktu itu kita sudah membicarakannya berdua, mencari jalan terbaik dari masalah itu. Dan menurut saya, ketika kita sudah berunding, mau membicarakan masalah kita secara gamblang dengan menyingkirkan ego dan perasaan masing-masing, ini merupakan suatu pemecahan masalah yang baik. Saat itu putusan yang saya ambil adalah saya masih tetap mau mencoba untuk menjadi bagian dari cerita kamu dan ingin mencoba semuanya kembali berjalan normal. Walaupun saya sendiri tidak yakin, apakah semuanya akan ‘biasa’ dan ‘normal’ lagi.

Saya sudah berusaha biasa. Saya benar-benar berusaha. Saat itu saya berjuang dengan perasaan saya sendiri, yaitu perasaan yang menyatakan kalau saya suka sama kau. Tapi itu semua saya singkirkan jauh-jauh. Demi kamu. Demi hubungan kamu dan dia. Saya benar-benar berusaha untuk menyingkirkan perasaan itu. Dan saya berhasil. Saya telah sampai pada kesimpulan bahwa perasaan saya sama kamu itu cuma sementara. Karena saya tipikal orang yang seperti itu, tipikal yang mudah jatuh cinta kalau orang bilang, tapi kalau menurut saya itu hanya bentuk dari bagaimana saya senang merasa nyaman dengan orang lain. Dan bagi saya, itu bukan jatuh cinta, bukan jatuh cinta seperti yang kamu bilang sama orang-orang kalau sepertinya saya jatuh cinta sedemikian rupa sama kamu. Saya rasa belum. Karena konsep jatuh cinta saya berbeda. Bukan seperti itu. Dan akan lebih panjang lagi kalau saya jelasin.

Dan ketika saya sampai pada kesimpulan bahwa perasaan saya sama kamu cuma sementara, saya berhasil untuk bersikap biasa.  Yah, walaupun ada-ada saja masalah yang datang. Saya sempat labil dan marah sama kamu karena hal-hal sepele dan gak seharusnya. Saat itu saya tidak bisa mengerti. Wajar saya kesal.

Tapi saya sedih, seberapapun kedekatan kita berdua, masih ada gap antara kita yang tidak pernah saya tahu bentuknya. Gap ini tidak ada sangkut pautnya dengan masalah hati, mungkin. Hal ini bisa dilihat dari cara kamu untuk mengutarakan sesuatu masih belum bebas, masih banyak dipengaruhi ini itu, yang saya sendiri tidak tahu ini itu apa. Saya harap di lain kesempatan kamu mau membicarakan ini dengan saya, layaknya kamu berbicara dengan seorang teman yang bisa membuat kamu nyaman. Saya janji kamu bisa bebas menceritakan semuanya sama saya. Kamu boleh mencaci dan memaki, saya siap mendengarkannya dengan tulus, asal itu semua bisa membuat kamu lega dan bisa membuat kamu melihat diri kamu ke dalam seutuhnya, tanpa perlu khawatir dan takut. Saya janji hanya akan mendengarkan kamu tanpa menghakimi bahwa ini harusnya gak gitu, itu harusnya gak gini. Dan saya rasa untuk segala kenyamanan itu, tidak apa-apa saya meluangkan waktu untuk kamu. Karena tidak ada yang lebih nyaman selain merasa nyaman dengan diri sendiri dan orang lain. Tidak ada yang lebih nyaman selain kenyamanan itu sendiri :)

Maaf kalau saya lancang ngomong kayak gini sama kamu. Maaf kalau saya tidak bisa jadi teman yang baik dan ideal buat kamu, maaf kalau saya tidak bisa ada saat kamu butuhkan, tapi satu yang harus kamu tahu, saya peduli dengan kamu, saya peduli dengan hubungan ini. Makanya saya ngajak ngomong kayak gini biar masalahnya tidak mengambang.

Jadi, jika kamu masih bersikeras untuk menjauh, I don’t mind , asal itu bisa membuat kamu nyaman, asal itu bisa mengurangi beban kamu, asal itu bisa membuat kamu lebih bebas. Seperti yang selalu saya bilang, saya lebih milih leave it, jika leave itu baik untuk orang lain. Terkesannya memang saya sok sok berkorban, tapi jika memang cuma dengan cara itu kamu senang dan bahagia, saya akan lakukan cara itu apapun konsekuensinya. I always believe ini you, apapun dan bagaimanapun caranya.

Makasih ya , sudah ngajarin saya segala hal dan banyak hal. Dan tidak ada yang lebih penting bagi saya selain sesuatu yang kamu berikan itu bisa memberikan pengaruh bagi saya, sehingga saya bisa bersikap dewasa seperti ini.

Sukses selalu.

Dari semua yang sudah saya tuliskan, pertanyaannya adalah, maukah kita sama-sama saling percaya lagi untuk memulai ini dari awal ? bukan rasa percaya yang dulu dengan dibatasi ini dan itu, tapi kepercayaan yang dilandasi dengan hubungan yang berasaskan kenyamanan ?

Tos dan bersulang untuk kenyamanan itu J

Lir Ilir

Posted by: Ririn . Pirin. Karin on: 13 March 2012

Hai hai, saya pernah nyeletuk sama teman-teman saya  kalau saya selalu nyasar berada diantara kumpulan ‘Orang Jawa’. Dan kali ini, secara tiba-tiba, saya nyasar jatuh hati pada lagu Jawa.  Saya lagi suka banget nih sama lagu Lir – Ilir . Tembang dari tanah Jawa ini pertama kali saya dengerin dari Kak Singgih, Seto, dan Wirda – teman-teman ‘Jawa’ .  Dari mereka saya tahu kalau lagu ini punya makna yang sangat dalam dan mulia.

Tapi sungguh, sebelum tahu makna lagu ini, pertama kali dengerin mereka nyanyi lagu itu, saya langsung suka, entah kenapa. Lagu ini punya energi yang membuat orang yang dengerinnya langsung bersemangat dan punya energi gembira. Saya pun sering menyanyikan lagu ini asal-asalan karena saya gak bisa ngomong Jawa dengan aksennya yang khas. Saya tidak peduli sama Seto yang berkali-kali menegur saya karna lagunya jadi terdengar aneh kalau saya yang nyanyi. Yang saya tahu, saya jatuh cinta sama lagu ini. Lagu ini punya energi semangat yang luar biasa.

Seperti siang ini, selesai kelas , saya ngantuk banget. Tiba-tiba BB saya bunyi, menandakan adanya notif pesan baru pada email saya.  Waktu saya buka, ternyata itu email dari kak Singgih yang mengirimkan lagu Lir-Ilir. Cepat-cepat saya mendownload lagunya dan mendengarkan dengan saksama.

Aneh. Setelah mendengarkan lagu ini, saya jadi semangat luar biasa.Yang tadinya ngantuk dan gak bersemangat buat nyelesain tugas kuliah, tiba -tiba energi saya membuncah. Saya mendengarkan lagu ini berulang-ulang kali sampai tugas saya selesai. Biasanya, jika mendengarkan lagu yang terus-menerus saya ulang, kuping saya sakit dan cepat bosan. Tapi ini lain, saya begitu menikmati musik dan liriknya. Saya terus-terusan dengerin lagu ini sampai saya candu.

Thanks banget buat Seto sama Wirda yang sudah ngajarin saya tentang makna lagu ini. Makasih juga buat Kak Singgih yang pertama kali nyanyi lagu ini sampai saya ‘Jatuh Hati’ dan akhirnya ngirimin lagu ini sama saya *cieeeee :D

Makasih yaaaa. Saya tidak pernah menyesal nyasar berada di antara kalian, kumpulan orang Jawa :D Maksih buat semangatnyaaaaa :)

Oiya, ini saya sertakan ulasan tentang lagu Lir Ilir dari blog http://anggacoz.wordpress.com/2008/03/28/lir-ilir-tembang-para-wali-tanah-jawi/#comment-887

Selamat Menikmati dan Meresapi :)

***

Lir-ilir, lir-ilir
tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo…

Sayup-sayup bangun (dari tidur)
Pohon sudah mulai bersemi,
Demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,?
walaupun licin(susah) tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang koyak(buruk) disisihkan
Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung terang rembulannya
Mumpung banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo…

Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah. Carrol McLaughlin, seorang profesor harpa dariArizona University terkagum kagum dengan tembang ini, beliau sering memainkannya. Maya Hasan, seorang pemain Harpa dari Indonesia pernah mengatakan bahwa dia ingin mengerti filosofi dari lagu ini. Para pemain Harpa seperti Maya Hasan (Indonesia), Carrol McLaughlin (Kanada), Hiroko Saito (Jepang), Kellie Marie Cousineau (Amerika Serikat), dan Lizary Rodrigues (Puerto Rico) pernah menterjemahkan lagu ini dalam musik Jazz pada konser musik “Harp to Heart“.

Apakah makna mendalam dari tembang ini? Mari kita coba mengupas maknanya

Lir-ilir, lir-ilir tembang ini diawalii dengan ilir-ilir yang artinya bangun-bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah. Tetapi yang perlu dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan?Apa yang perlu dihidupkan? hidupnya Apa ? Ruh? kesadaran ? Pikiran? terserah kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan, dan jangan lupa disini ada unsur angin, berarti cara menghidupkannya ada gerak..(kita fikirkan ini)..gerak menghasilkan udara. ini adalah ajakan untuk berdzikir. Dengan berdzikir, maka ada sesuatu yang dihidupkan.

tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar. Bait ini mengandung makna kalau sudah berdzikir maka disitu akan didapatkan manfaat yang dapat menghidupkan pohon yang hijau dan indah. Pohon di sini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita. Pengantin baru ada yang mengartikan sebagai Raja-Raja Jawa yang baru memeluk agama Islam. Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat untuk masuk ke agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya masih level pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan pernikahannya.

Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi. Mengapa kok “Cah angon” ? Bukan “Pak Jendral” , “Pak Presiden” atau yang lain? Mengapa dipilih “Cah angon” ? Cah angon maksudnya adalah seorang yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu “menggembalakan” makmumnya dalam jalan yang benar. Lalu,kenapa “Blimbing” ? Ingat sekali lagi, bahwa blimbing berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi. Jadi blimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5 sisi buah blimbing yang menggambarkan rukun Islam yang merupakan Dasar dari agama Islam. Kenapa “Penekno” ? ini adalah ajakan para wali kepada Raja-Raja tanah Jawa untuk mengambil Islam dan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti jejak para Raja itu dalam melaksanakan Islam.

Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro. Walaupun dengan bersusah payah, walupun penuh rintangan, tetaplah ambil untuk membersihkan pakaian kita. Yang dimaksud pakaian adalah taqwa. Pakaian taqwa ini yang harus dibersihkan.

Dodotiro dodotiro, kumitir bedah ing pinggir. Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita singkirkan, kita tinggalkan, perbaiki, rajutlah hingga menjadi pakain yang indah ”sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa“.

dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore. Pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan sempurnakanlah ke-Islamanmu agar kamu selamat pada hari pertanggungjawaban kelak.

Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane. Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan itu masih ada di depan mata, ketika usia masih menempel pada hayat kita.

Yo surako surak hiyo. Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25)

* Diambil dari berbagai sumber. Mohon dikoreksi jika ada kesalahan, karena saya juga manusia yang tak pernah lepas dari salah dan dosa.

Hari Minggu Untuk Kamu

Posted by: Ririn . Pirin. Karin on: 11 March 2012

Hari Minggu, hari rindu sewindu. Hari minggu seperti ini biasanya saya bersantai di beranda. Menikmati kopi dan dunia yang terbentang di balik kaca jendela, adalah rutinitas saya pada hari minggu. Dia sedang apa ya disana ?

Selalu begitu, selalu begitu pada hari minggu. Hari rindu sewindu, dimana saya lebih sering memikirkan dia. Yaa, beginilah kalau saya hanya berdiam diri tanpa ada yang menemani. Berbeda dengan hari-hari biasa dimana pikiran saya pasti tersita dengan tugas-tugas kuliah. Pada hari minggu ini saya menikmati, meresapi, dan menelan mentah-mentah rasa ini, seperti minum secangkir kopi.

Semangat, Rin. Hampa melulu hidupnya. Jangan galau.

Aku tersenyum membaca pesan dia. Ah, si jelek itu. Selalu tahu menebak perasaan saya, selalu tahu mengembalikan semangat saya, selalu bisa membuat saya tertawa. Ah, seandainya kamu adalah dia. Pasti saat ini saya bahagia. Tapi kamu bukan dia . Sedih yang sejenak menghampiri, cepat-cepat saya hapus dengan balasan pesan singkat buat dia.

Makaih ya kak sudah membuat Rin ketawa dan ceria. Kamu selalu menghibur Rin kalau lagi bad mood, sedih, dan sendu kayak gini. Makasih ya sudah membuat Rin nyaman J

PS : Untuk Kamu yang bisa berubah menjadi Dia, seiring berjalannya waktu. Terimakasih.

 

Memahami Hati dan Tuhan

Posted by: Ririn . Pirin. Karin on: 9 March 2012

Saya tahu Tuhan sedang bermain-main dengan cerita kita. Kita dibuat pusing dengan kisah dan waktu yang ada. Kita diuji dengan waktu dan jarak sebagai hambatan terbesar.

Benar kata orang, menaklukan waktu jauh lebih sulit buat orang yang menunggu dibandingkan menaklukan gunung yang tinggi.

Tapi aku juga tahu Tuhan menyimpan akhir yang indah di balik cerita ini. Iya kan   ? Tuhan hanya ingin membungkus rapat-rapat endingnya agar saat keluar nanti ceritanya masih apik dan rapi, tidak basi.

 

ketika hati menguatkan diri

Pasti yang Tak Pasti

Posted by: Ririn . Pirin. Karin on: 8 March 2012

“ Kak, menurut kamu, apa yang salah dengan kita ? “

“ Gak ada “

“ Kok gitu ? “

“ Emangnya kamu menginginkan saya menjawab apa Rin ? “

“ Gak ada kak . “

“ Lalu, kenapa nanya ? “

“ Buat meyakinkan kak. Sebenarnya kita ini kenapa ? “

 …………………………………..

NB : ketika rasa mulai mengudara dan mencari pastinya sendiri

Menang-is :)

Posted by: Ririn . Pirin. Karin on: 6 March 2012

Pernahkah kalian melihat orang yang menangis bahagia ? Ada air mata yang diselingi senyum dan tawa ? Atau pernahkah kalian merasakannya ?

Ketika menyaksikan orangtua yang kehilangan anak kesayangan setelah sekian tahun dan akhirnya anak itu kembali.

Ketika melihat seorang ibu yang baru saja melahirkan anak pertamanya.

Ketika melihat seorang ibu yang berhasil melahirkan anaknya yang kesekian, setelah kehamilan-kehamilan sebelumnya ia keguguran.

Ketika menyaksikan seorang ayah yang melihat anaknya terbaring di rumah sakit, namun anak itu tersenyum padanya.

Ketika kalian melihat dua orang sahabat yang sudah lama tidak bertemu dan saling berpelukkan.

Ketika kalian menyaksikan perjuangan seorang mahasiswa yang akhirnya lulus setelah kuliah selama 6 tahun.

Ketika melihat seorang bayi yang baru saja dipeluk ibunya.

Ketika melihat seorang istri yang baru saja melihat suaminya pulang dari perang.

Ketika melihat kakek yang duduk terpekur menatap istrinya.

Ketika melihat sepasang manusia yang jatuh cinta, sudah lama tidak bertemu, dan akhirnya kembali dipertemukan.

Ketika menyaksikan seorang sahabat yang dikecewakan sahabatnya tapi dia tetap memaafkan.

Ketika melihat seorang pengemis yang mendapatkan uang 100 ribu rupiah.

Ketika melihat seorang ibu yang menyaksikan anaknya yang terkena kanker sedang tertawa.

Ketika melihat seorang anak yang menang olimpiade Fisika.

Ketika melihat seorang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita demi cita-citanya.

Ketika melihat dua orang yang baru saja menikah dan sedang mencium tangan kedua orangtuanya.

Dan, ketika seseorang yang kita cintai begitu lama akhirnya mengungkapkan cintanya

Bagaimana rasanya ?
Indah bukan ?
Ketika kita bisa menangis sekaligus tertawa secara bersamaan.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Rasa yang Mulai Ada

Posted by: Ririn . Pirin. Karin on: 2 March 2012

Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus disini (Dewi Lestari)

Kedua manusia itu duduk berdampingan. Tak ada kata. Tak ada suara. Tapi ada bahasa. Bahasa hati yang tak mereka sadari, saling menggema memantulkan rasa. Ada kehangatan yang tak biasa terpancar dari bahasa tubuh mereka. Kehangatan yang berbeda dari sebelumnya. Kehangatan yang menjalar dalam rasa , yang mulai ada.

Rasa itu berkenalan dengan mereka dalam satu waktu, satu malam, satu perjalanan, dan dalam satu genggaman tangan. Rasa itu menyapa mereka. Membimbing hati mereka dengan hati-hati, mengajak mereka meniti setiap cerita dan makna.

Tujuh jam lalu, mereka duduk bersama, dalam bis yang membawa mereka ke suatu tempat. Dengan bahasa tubuh yang malu-malu , hati mereka beradu. Tangan-tangan mereka, yang disembunyikan dibalik kursi itu, saling berpadu. Seakan berusaha meyakinkan diri mereka masing-masing bahwa perasaan itu tetap disana. Menunggu untuk dibuka lalu bercengkrama dalam malam ke malam.

“ Sssttt. Gak usah takut yaaa. Ada aku disini. Kamu aman. “

“ Aku tidak takut pada gelapnya malam. Aku juga tidak takut pada tajamnya tatapan mereka yang ingin tahu. Aku hanya takut dengan perasaan ini. Tak terdefinisi “

“ Sudahlah. Kita ikuti saja apa maunya perasaan itu. Nanti juga kelihatan alurnya “

Kemudian tangan-tangan itu, yang sejenak terlepas karena keraguan, kembali beradu dan berpagut dalam satu irama waktu. Tak kalah syahdu dengan pekatnya malam itu.

(to be continued…)

Sayang dan Takut Kehilangan (?)

Posted by: Ririn . Pirin. Karin on: 29 February 2012

“ Eh, kamu kenapa ? “

“ Enggak apa-apa “

“ Kamu bete sama saya ? “

“ enggak “

“ Terus bete kenapa ? “

“……”

“ hey “

“ Saya bete sama diri saya karena saya cemburu “

“ cemburu sama siapa ? cemburu karena saya ?

“ eh, bukan “

“ Baguslah. Kirain karena saya. Yaudah, cemburu itu wajar kok. Berarti kamu sayang sama orang itu dan kamu gak mau kehilangan dia. Semangat donk. Jangan bete lagi “

Berarti saya takut kehilangan kamu yaaa ? Saya sayang kamu ?

Nasihat Masalah Sebelum Menikah dari Seorang Anak Kecil

Posted by: Ririn . Pirin. Karin on: 29 February 2012

Kak,  maaf sudah ganggu waktu kakak yang sangat berharga. Rin disini cuma mau ungkapkan apa yang perlu Rin sampaikan. Kak, Rin sudah tau masalah antara kakak, dia, dan masalah kedua keluarga. Rin disini bukan mau menyalahkan kakak. Rin bukan ingin menyudutkan kakak seperti yang lain. Karena Rin juga tidak mau memperkeruh masalah yang sudah keruh. Rin disini mau ngajak kakak berpikir jernih karena Rin tahu kakak adalah orang yang berakal, dewasa, bijak, dan bisa membimbing orang, dan karena sifat-sifat kakak itu Rin yakin dia memilih kakak sebagai pendamping hidup diantara pria lainnya, dan itu murni karena rasa sayang dia sama kakak tanpa ada embel apa-apa, karna Rin tahu dia orangnya seperti apa. Walaupun dia dekat dengan banyak orang, dan orang-orang itu bahkan ada yang bisa lebih dari kakak, tapi Rin tahu kalau sebenarnya untuk urusan pendamping hidup, dia benar-benar mencari yang terbaik, bukan terbaik dari segi materi atau jabatan bahkan status, tapi terbaik dalam hal bisa membimbing dia dan keluarga yang akan menjadi bagian dari kehidupan rumah tangga dia nantinya. Dan yang terbaik itu adalah kakak.

Kak, Rin ngerti bagaimana stressnya masa-masa sebelum pernikahan. Rin paham itu. Karena Rin kuliah di psikologi dan memang di ilmu psikologi itu Rin belajar banyak hal tentang hubungan-hubungan manusia, termasuk hubungan pericintaan, pernikahan, dan lain-lain. Jadi tolong jangan lihat Rin sebagai anak kecil yang sok tahu yang ingin ikut campur masalah kakak, tapi tolong lihat Rin sebagai orang yang benar-benar punya kapasitas untuk membuat masalah ini jernih. Tolong lihat Rin sebagai orang yang bisa berpikir jernih dan netral dari masalah ini. Tolong lihat Rin sebagai orang yang tidak memihak siapa-siapa. Tolong lihat Rin sebagai orang yang objektif yang tidak akan menyudutkan siapa-siapa, melainkan orang yang ingin menjernihkan pikiran semua orang yang terlanjur penuh marah, kesal, benci, dendam atau bahkan sedih. Melainkan orang yang ingin membantu agar masalah ini menjadi lebih baik, ringan, dan sederhana.

Kak, Rin paham bagaimana tertekannya kakak dan keluarga kakak, begitu juga dengan bagaimana tertekannya dia dan keluarga dia dalam menghadapi pernikahan ini. Menikah tidak gampang kak. Harus penuh pertimbangan yang matang. Menikah bukan hanya masalah menyatukan perasaan dua  orang yang saling menyayangi dan saling mengasihi, tapi juga masalah bagaimana menyatukan dua keluarga dengan latar belakang dan background yang beda-beda. Dan Rin rasa, dengan kakak yang siap menikahi dia, berarti Rin yakin kakak sudah memikirkannya masak-masak, karena Rin tahu kakak adalah orang yang penuh pertimbangan. Jadi memang saat Rin mendengar kakak mau menikah dengan dia, Rin menganggap kakak mampu mengatasi masalah sebelum menikah atau masalah yang akan dihadapi saat menikah, dan kalau sudah sampai pada tahap keputusan untuk menikah, Rin berpikir bahwa kakak itu hebat. Bahwa kakak sudah siap menyingkirkan ego kakak yang hanya mementingkan perasaan kakak, bahwa kakak sudah siap untuk membimbing kedua keluarga untuk bersatu. Dan tidak ada yang lebih hebat dari orang yang mampu menyatukan kedua keluarga dengan perasaan cinta kak. Itulah sebabnya Rasulullah menempatkan pernikahan sebagai hal yang tertinggi dan mulia dalam hubungan kedua manusia.

Kak, Rin tidak marah saat kakak menjelek-jelekkan keluarga dia, karna Rin tidak yakin kalau kakak memang bermaksud untuk menghina keluarga dia yang juga termasuk keluarga Rin. Rin yakin kakak ngomong begitu karna kakak lagi marah, karena kakak tertekan, karena kakak pusing bagaimana menyatukan dua keluarga yang beda latar belakangnya. Dan memang itu tidaklah gampang. Makanya Rin bisa memaafkan kakak jauh sebelum kakak minta maaf sama keluarga dia. Karena Rin yakin kakak itu orang baik. Dan terlepas dari kakak yang menghina keluarga dia, Rin menganggapnya itu hanya luapan emosi seorang manusia, yang memang manusia itu ya manusia, manusia itu manusiawi, bisa marah, bisa stress, dan bisa kesal. Dan itu wajar, manusia mana sih yang tidak pernah berbuat kesalahan? Manusia mana sih yang tidak menyakiti perasaan orang lain ?

Tapi manusia juga punya hati kak. Hati ini yang membedakan manusia dengan makhluk Allah lainnya. Hati yang bisa membimbing manusia untuk mencari jalan dari masalah yang dia hadapi. Hati yang membimbing untuk manusia untuk mencari pemecahan dari masalahnya. Dan hati pula yang membuat manusia untuk berpikir jernih , untuk berpikir apa yang harus dia lakukan saat dihadapkan pada sebuah ujian. Hati yang ingin terus mecari dan mengarah pada kebaikan.

Kak, atas nama keluarga dia, Rin minta maaf atas ketidaksempurnaan keluarga besar dia. Atas perbuatan yang menyakiti kakak dan keluarga kakak. Atas perbuatan yang menurut kakak dan keluarga kakak sudah mempermalukan kakak. Rin minta maaf atas kekurangan keluarga besar dia, terutama dari kekurangan materi dan kekurangan pendidikan. Memang mungkin kakak melihat keluarganya tidak seperti keluarga kakak. Keluarga besar dia aneh, dan lucu-lucu atau bahkan menyebalkan. Tapi kak, keluarga besar ini sudah tercipta memang begitu adanya. Sudah diciptakan Allah dengan ketetuanNya. Begitu juga dengan keluarga kakak, sudah begitu juga adanya. Namun, apakah pantas kita saling menghujat ketentuan yang sudah ditentukan Allah atas karakteristik keluarga kita ? Berarti kita mengingkari ketentuan Allah kak. Makanya, Allah menempatkan ikhlas dalam iman yang tertinggi. Karena memang kunci hidup ya cuma menerima apa yang sudah ditentukan kak. Begitu juga dalam masalah ini, yang bisa kakak lakukan hanya menerima bahwa keluarga kita memang begitu, bahwa keluarga kakak memang begitu, tanpa harus menuntut apa-apa. Menerima saja kak. Ikhlas. Berkompromi saja. Mengerti saja kak dengan keadaan begitu. Maka semua akan berjalan dengan baik. Dan Rin yakin kakak pasti bisa mengerti, tanpa ada tekanan dari siapa-siapa. Karena kakak menyayangi dia, dan itu berarti kakak juga harus menyayangi dan menghormati keluarga dia.

Kak ,kan gak lucu suatu hubungan yang dibangun dengan rasa sayang malah berakhir dengan rasa benci, dan rasa benci itu juga menyebar pada keluarga dan teman-teman. Rasulullah membenci pertikaian kak. jadi tolong, kak melihat masalah ini dengan objektif. Rin yakin sekali lagi kakak adalah orang yang baik, tak apa kalau memang kakak tidak mau minta maaf, tak apa kalau kakak masih marah, tapi Rin yakin kakak mau menyelesaikan masalah ini. Rin yakin pada akhirnya kakak sudah memaafkan keluarga dia walaupun kakak tidak minta maaf secara langsung. Dan Rin yakin kakak tidak akan membiarkan masalah ini berlarut-larut, demi dia yang saat ini walaupun sakit hati tapi tetap yakin bahwa kakak yang terbaik, bahwa kak menyayangi dia apa adanya.

Kak, kalau memang kakak butuh teman berbicara, teman sharing masalah ini, Rin siap untuk mendengarkan tanpa Rin tidak akan menyalahkan kakak. Rin siap mendengarkan unek-unek kakak. Rin siap menenangkan. Karena memang begitulah seharusnya saudara kak.

Kak, maaf sudah lancang. Tapi Rin tidak ada maksud apa-apa melainkan hanya untuk membantu kakak, membantu meringankan beban kakak. Membantu untuk meluruskan semuanya. Rin yakin kak, ini hanya masalah kecil bagi kakak yang nantinya akan jadi orang hebat. Orang hebat memang begitu kak, akan diterpa masalah yang berat pada awal kehidupannya, dan orang hebat itu akan lebih hebat lagi kalau mampu menyelesaikan masalahnya dengan baik, tanpa menyakiti pihak siapapun.

Terimakasih juga kak sudah mau mencintai dia sampai pada keputusan kakak yang siap untuk menikahi dia terlepas dari ada tidaknya masalah ini. Sukses selalu buat kakak. Kalau kakak berkenan, kakak boleh kok nelfon Rin atau menghubungi Rin untuk sekedar mengeluarkan unek-unek yang ada pada diri kakak, asal kakak nyaman, asal beban itu sedikit berkurang.

Terimakasih. Sekian.


Depok, 8 Januari 2012

This is me .^^.

HALO , ini Ririn. Mahasiswa Psikologi UI 2009. Asal GORONTALO. Senang menulis, berkhayal, tertawa, menertawakan kekonyolan, bergadang, makan, tidur. Kisah-kisahku, keluarga, teman-teman, guru, dosen, hewan-hewan, orang tak dikenal dan makhluk tak dikenal sekaligus ada disini. Ada yang konyol bikin tolol, ada yang seru bikin terharu, ada yang sedih bikin perih,ada yang gembira bikin ceria, tapi tetep inspiratif dan bermakna. So, Enjoy it .^^.

Kalender

June 2012
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Categories

Tweet

Blog Stats

  • 2,725 visitors
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,718 other followers